Kamis, 29 Oktober 2015

Laras Online

 "Layanan Resmi Aspirasi Online Pemkab Bogor"



Kali ini, saya akan membahas sedikit tentang menggunakan layanan aspirasi masyarakat terutama di Kab. Bogor. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan untuk melakukan pengaduan ke Pemkab Bogor melalui LARAS ONLINE.


1. Halaman Utama LARAS ONLINE KABUPATEN BOGOR (http://pengaduan.bogorkab.go.id/)



2. Selanjutnya melakukan login, jika belum memiliki akun maka harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan memilih "Daftar Pengaduan?"  



3. Setelah berhasil mendaftar, maka akan tampil pesan seperti ini. Lalu, Anda akan diminta memverifikasi akun anda di email sesuai email yang Anda daftarkan.




4. Lalu akan masuk sebuah email dari Pemkab Bogor untuk memverifikasi email.



5. Pemberitahuan bahwa akun sudah di verifikasi.


6. Lakukanlah Log-in ke akun anda.


7.  Setelah berhasil log-in akan muncul form pengaduan dan  bisa kita isikan ini sesuai ketentuan, bisa kritik/saran, jika sudah selesai klik SUBMIT


8.  Bila berhasil akan ada notifikasi seperti pada gambar di bawah ini.



9. Untuk mengecek aspirasi kita sudah ditanggapi atau belum, klik menu PENGADUAN TERKIRIM. Maka tahapan untuk mengirimkan aspirasi pada pemerintah kabupaten Bogor pun selesai.


Terima Kasih :)


INSTITUT PERTANIAN BOGOR




Selasa, 15 September 2015

Internet Of Things

Internet of Things

 (IoT) ?



Definisi awal IoT
 Intenet of Things ( internet tanpa batas ) adalah sebuah lingkungan di mana objek, binatang atau manusia memiliki keunikan dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan manusia -ke- manusia atau interaksi manusia – ke – komputer.
Buat kita yang ingin menorehkan prestasi dan mungkin mengubah sedikit dunia di sekitar kita dalam prosesnya, Internet of Things adalah sahabat terbaru kita. Di era ekonomi yang dimotori oleh kreativitas tanpa batas, berkreasi sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemuda-pemudi bangsa. Startup-startup yang bermunculan adalah bukti, adanya semangat berkreasi yang tinggi dan adanya kesadaran bahwa internet adalah medium yang tanpa batas.
Internet yang tanpa batas seakan membuka juga pikiran kita buat terus berinovasi. Salah satu inovasi terkini dari internet sebagai platform tersendiri adalah Internet of Things, di mana benda mati yang kita temui sehari-hari “dihidupkan” dengan sensor yang memungkinkan benda-benda tersebut berinteraksi secara real time dan istilahnya, “memintarkan” kita yang menggunakannya. Seakan dunia ada di tangan kita, kantong Doraemon aja jadi kalah canggih kalau lawannya Internet of Things.
Internet of Things merupakan keseluruhan dunia baru yang cepat atau lambat akan masuk ke dalam kehidupan sehari-hari siapa saja yang membuka diri untuk menerimanya. Kalau kita seseorang yang ambisius, suka dengan hal-hal yang baru serta punya visi yang ingin kita wujudkan, maka Internet of Things bakal jadi sumber inspirasi yang tanpa batas. Internet of Things yang sering disingkat IoT ini adalah efek domino yang siap menubruk pion inovasi ke kreasi berikutnya, hampir tanpa henti.
Buat para calon pengubah dunia melalui internet, IoT memastikan adanya kesempatan-kesempatan yang berseliweran untuk ditangkap, saat momentumnya tepat. Terlepas dari siap atau tidaknya Indonesia dan para peminat Internet menerimanya, arus IoT yang terlampau kuat akan menyeret cara internet bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Sensor yang ukurannya tidak lebih dari sebuah memory card berukuran mikro ini bakal memampukan kita mengubah dunia karena karakteristik ini.

Manfaat Internet of Things
Banyak manfaat yang didapatkan dari internet of things. Pekerjaan yang kita lakukan menjadi cepat, mudah, dan efisien. Kita juga bisa mendeteksi pengguna dimanapun ia berada. Sebagai contoh barcode yang tertera pada sebuah produk. Dengan barcode tersebut, bisa dilihat produk mana yang paling banyak terjual dan produk mana yang kurang diminati. Selain itu dengan barcode kita juga bisa memprediksi produk yang stoknya harus ditambah atau dikurangi. Dengan barcode kita tak perlu susah – susah menghitung produk secara manual. Contoh lain saat kita pergi ke Singapore. Jika kita ingin bepergian menggunakan transportasi umum seperti MRT atau bis kita cukup menggunakan atau membeli EZ-link card. EZ-link card biasanya dipakai oleh para wisatawan yang mengunjungi Singapore sebagai pengganti uang untuk membayar jasa transportasi yang telah digunakan. Sedangkan warga negara Singapore sendiri menggunakan KTP ataupun kartu pelajar sebagai alat membayarnya. Cara ini lebih efisien dan cepat ketimbang kita menggunakan uang tunai. Jika kita menggunakan uang tunai, kita masih harus mengantri untuk membayar, belum lagi jika kita membayar dengan nilai nominal uang besar, kita harus menunggu untuk mendapatkan uang kembalian kita.

ULASAN :
Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus, berikut kemampuan remote control, berbagi data, dan sebagainya, termasuk pada benda-benda di dunia fisik. Bahan pangan, elektronik, peralatan apa saja, koleksi, termasuk benda hidup, yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor tertanam dan selalu “on”.


Sumber :
  • http://ayomaju.info/pengertian-internet-of-things/
  • http://internetofthings.or.id/internet-of-things-itu-seperti-apa-dan-bagaimana/
  • Penjelasan mengenai IoT disadur dan diterjemahkan dari The ABCs of the Internet of Things 
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Internet_of_Things
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Internet_of_Things
  • https://www.iotwf.com


Blog teman yang sudah saya komentari :
1. Maya Apriyaningrum
http://saputeles.blogspot.co.id/2015/09/the-internet-of-things-architecture-iot.html?showComment=1442312085428#c2861969095426585335

2. Amelia Amanda
http://ameliaamandaa.blogspot.co.id/2015/09/internet-of-things.html?showComment=1442312306249#c5157912808508415862

3. Ratna Sari
http://rtnsaries.blogspot.co.id/2015/09/tugas-2-internet-of-things.html?showComment=1442312361000#c3230816098848151467
Diploma Institut Pertanian Bogor :  http://ipb.ac.id/

Selasa, 08 September 2015

Pengertian dan Konsep E-Business

E-business adalah aktifitas bisnis dengan memanfaatkan jaringan komputer dan internet. Tidak hanya transaksi pembelian dan penjualan tetapi juga melingkupi keselurunan kegiatan dan fungsi dari perusahaan tersebut, seperti pertukaran informasi, komunikasi, kolaborasi, riset dan sebagainya. E-business bisa terjadi dalam berbagai bentuk tahapan tergantung dari tingkat pemamfaatan jaringan komputer dan Internet, dengan kata lain seberapa digital perusahaan tersebut. Kita dapat melihat dua sisi ekstrim, sisi pertama adalah perusahaan tradisional. Sisi kedua adalah perusahaan e-business murni di mana segalanya berbentuk elektronis, dari produk atau jasa yang ditawarkan, prosesnya sampai dengan pengirimannya.
Adapun contoh dari e-business murni adalah kalau kita memesan buku di www.Amazon.com. Proses pemesanan buku sampai pembayaran ditangani secara elektronis yang kemudian dikirimkan ke alamat pemesan lewat kurir. E-cooperation mengintegrasi filosofi bisnis, strategi, proses dan organisasi nya untuk memungkinkan konsumen berinteraksi dengan perusahaan untuk mempelajari, menggunakan sumber daya bersama, dan menerima jasa, melalui berbagai jalur dan rekanan setiap saat. E-business tercipta ketika konsumen dan partnernya berinteraksi pada semua level secara elektronis.
E - business bukan hanya pemasaran, pembelian dan penjualan melalui internet, tetapi juga meningkatkan kinerja bisnis melalui konektivitas untuk meningkat kan pelayanan dan mengurangi biaya, serta membuka jalur baru dan mentransformasi persaningan baru.
Dengan E - business kita dapat menghilangkan perbedaan waktu global dan wilayah geografis serta hemat. Selain itu peningkatan kinerja perusahaan dapat lebih baik. Ketika melakukan bisnis di Internet, ada lima kemungkinan bentuk hubungan bisnis berdasarkan transaksinya, yaitu:

·         Business to consumer. Pada bisnis ini transaksi yang terjadi adalah antaramperusahaan dengan konsumen atau pelanggan perorangan.
·         Business to business. Kebanyakan model bisnis ini terjadi antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya.
·         Consumer to consumer. Pada kelompol ini, konsumen langsung menjual produk ke konsumen yang lain. Contohnya adalah individu yang melakukan penjualan melalui pemasangan iklan ke internet.
·         Consumer to business. Kategori ini termasuk perorangan yang menjual produk atau jasa langsung ke organisasi atau perusahaan.
·         Intrabusiness e-business. Dalam kategori ini termasuk segala aktivitas organisasi yang kebanyakan dilakukan dalam lingkup intranet perusahaan yang melibatkan pertukaran barang, jasa dan informasi.

Ada beberapa model business-to-business yang sering dilakukan, misalnya:
·         Aggregator: seperti Chemdex yang membantu konsumen pada pasar yang ter- fragmentasi untuk memilih produk dan harga dengan cara menyediakan harga terbaru dan terkini, informasi produk, serta kontak untuk layanan.
·         Online auctioner: Seperti Adauction, yang menawarkan jalur yang handal untuk penjualan, serta memungkinkan penjualan pada harga yang terbaik
·         Exchange: seperti NTE, yang memungkinkan pemberian harga saham pada harga yang murah.

Tahap E - business

Ada empat tahap pemanfaatan jaringan komputer dan Internet untuk tujuan e-business, di mana terjadi transformasi perusahaan tradisional ke e-business. Empat tahapan itu adalah sebagai berikut:
Tahap pertama : Mendayagunakan komputer
Komputer menawarkan berbagai keuntungan bagi sebuah bisnis yaitu banyak dana dan waktu yang dapat dihemat, dan meningkatkan produktivitas. Kita dapat menyusun laporan keuangan, membuat daftar persediaan bahkan membuat materi perusahaan.
Tahap kedua : Mendayagunakan jaringan dan internet
Apa yang ditawarkan jaringan komputer dan internet bagi sebuah bisnis? Meningkatkan kemampuan koordinat dan komunikasi, baik itu internal maupun eksternal, yang pada akhirnya dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas. Untuk kepentingan tersebut kita dapat memanfaatkan e-mail, IRC maupun mailing list.
Tahap ketiga: Membangun dan mendayagunakan web
 Web menawarkan informasi selama 24 jam. 7 hari dalam seminggu. Anda dapat berbagi informasi dengan pelanggan sekaligus menjaring pelanggan baru.
Tahap keempat: E – commerce
 Pada tahap ini, perusahaan telah mempersiapkan dan membangun fasilitas transaksi online baik dengan pelanggan maupun dengan para supplier atau dengan pihak lain yang berkepentingan dengan web.

Sasaran E-business
Sasaran dari e-business adalah pasar secara elektronis atau sering disebut market. Menurut Forrester Research, telah terjadi perkembangan yang sangat fantastis terhadap jumlah komputer yang terhubung dalam Internet, termasuk penggunanya. E - business market ini menyimpan peluang omset yang besar yang dapat diperebutkan oleh para pebisnis.
Namun, untuk melakukan bisnis melalui Intenet ini harus benar-benar memperhatikan tentang produk-produk dan jasa apa yang akan dipasarkan, mengingat orang-orang yang terkait dengan e - business ini berasal dari berbagai tempat, pulau, negara bahkan belahan dunia yang sangat heterogen baik itu dalam hal kebutuhan, minat maupun budayanya. Hanya produk-produk yang secara global menjadi kebutuhan masyarakat dan memiliki standar kualitaslah yang dapat dipasarkan melalui internet.
Produk-produk ini antara lain:
Produk yang berupa informasi, misalnya koran, majalah, jurnal, dan lain- lain.
·         Produk hiburan, misalnya film, poster, kalender, dan lain-lain
·         Produk simbol, misalnya tiket pesawat, tiket kereta, reservasi hotel, dan lain-lain.
·         Produk jasa misalnya pendidikan, telemedicine, konsultasi jarak jauh dan lain-lain.
·         Produk barang misalnya buku, bunga, komputer, dan lain-lain.
·         Produk keuangan, misalnya tabungan, transaksi kliring, asuransi, dan lain-lain.
Bisnis tradisional yang bergeser ke e-business akan berhasil dengan baik. jika terbentuk komunitas dan salah satu dasar untuk membentuk komunitas adalah kepercayaan. Amerika Serikat berhasil mempelopori e - business ini karena memiliki high trust society yang masyarakatnya telah lama memiliki kebiasaan berbelanja melalui katalog dan pesanan via pos. Selain itu juga didukung oleh undang-undang yang menjamin perdagangan yang fair dan keamanan setiap pembayaran serta setiap barang yang dibeli apabila cacat atau rusak akan dapat dikembalikan.
Indonesia belum menjadi high trust society, sehingga kehadiran e - business ini tampaknya masih lambat perkembangannya. Di samping itu menurut AC Nielse, orang Indonesia masih sedikit yang melakukan akses internet dari rumahnya sendiri. Adapun data selengkapnya adalah 52% mengakses dari kantor, 26% dari warnet, 19% dari kampus, 13% dari rumah saudara, 11% dari rumah sendiri dan 1% dari perpustakaan. Dari pengamatan di lapangan, tampaknya sebagian besar masih orang menggunakan Internet hanya sebagai ajang gaul dari pada untuk bisnis.

ULASAN


E-Business:
e-Business atau Electronic business dapat didefinisikan secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM. Fenomena eBusiness tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis di negara-negara maju maupun berkembang. Konsep baru yang berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru ini dianggap sebagai kunci sukses perusahaan-perusahaan di era informasi dan di masa-masa mendatang. Secara ringkas, Mohan Sawhney mendefinisikan eBusiness sebagai: “The use of electronic networks and associated technologies to enable, improve, enhance, transform, or invent a business process or business system to create superior value for current or potential customers”.

Secara prinsip definisi tersebut jelas memperlihatkan bagaimana teknologi elektronik dan digital berfungsi sebagai medium tercapainya proses dan sistem bisnis (pertukaran barang atau jasa) yang jauh lebih baik dibandingkan dengan cara-cara konvensional, terutama dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang berkepentingan (stakeholders).


Referensi : http://mochazmcpower.blogspot.com/2012/06/pengertian-dan-konsep-e-business.html
                  http://khusnulkw.blogspot.com/2010/12/ulasan-singkat-mengenai-e-business.html



Blog teman yang saya komentari :

http://annanurafika.blogspot.com/
http://hikmahfajar95.blogspot.com/
http://saputeles.blogspot.com/
http://ameliaamandaa.blogspot.com/
http://rtnsaries.blogspot.com/
http://comteainf50.blogspot.com/


Manajemen Informatika - Program Diploma Institut Pertanian Bogor  http://ipb.ac.id